Roemahkoe hotel bagus tempo doeloe...

English version here!
Bagi yang ingin atau suka jalan-jalan ke Solo untuk menikmati sesuatu yang bernuansa tempo doloe akan lebih lengkap bila anda menginap di tempat yang bernuansa tempo doloe juga. Saya merekomendasaikan anda menginap di boutique hotel RoemahKoe di Jl. Dr Soedirman 501, Laweyan, Solo 57148-Central Java, gambarnya disebelah tuh.
Kalau diwebsitenya http://roemahkoe.info, Roemahkoe

didirikan pada tahun 1938 dengan gaya art Deco, dan gaya arsitekturnya terinspirasi oleh arsitektur tradisional Jawa. Namun, bila anda berada didalamnya anda akan merasa seperti berada pada zaman kolonial dahulu kala. Bagi anda para wanita mungkin anda akan merasa seperti noni-noni Belanda jaman dahulu. Dan kesan saya yang lainnya yaitu saya ingin sekali membuat film disini, saya bukan sutradara tapi pengen aja bikin film disini kaya sutradara.

Kamar yang ditawarkan di Roemahkoe ada 3 jenis yaitu :
NUMBERS OF ROOM & RATES :


Low Season
High Season
Deluxe
:
Rp. 430.000,-
Rp. 530.000,-
(10 rooms)
Junior Suite
:
Rp. 490.000,-
Rp. 590.000,-
(1 room)
Royal Suite
:
Rp. 740.000,-
Rp. 840.000,-
(2 rooms)

* All rates are subject to 21% government tax and service charge.


Perbedaan ketiga kamar tersebut adalah yang pertama memang harganya berbeda hahaha...(dah kelihatankan), selanjutnya ukuran ruangannya. Kamar Royal Suite merupakan yang paling besar (ada living roomn, bednya tinggi) , yang kedua Junior Suite (1 sofa, bednya rendah) dan yang terakhir Deluxe (paling sempit ruangannya, bed rendah).

Dan perlu anda ketahui bahwa guest boynya bilang kalau sebagian besar barang-barang yang ada didalamnya (meja, kursi, almari, ranjang, furniture dll) masih peninggalan jaman dulu (peninggalan bangunan ini). Jadi boutique hotel ini sudah direnovasi misal ketika saya browsing tentang Roemahkoe halaman samping dulu kayaknya belum ada kolam ikannya sekarang sudah ada kolam ikannya jadi tambah bagus deh.. Romahkoe juga menyediakan fasilitas tambahan yaitu horoscope ala Jawa alias Primbon, lho... bagi yang suka ramal-meramal masa depan menurut neptunya(weton Jawanya),hehehe...
Untuk infonya silahkan kunjungi wesitesnya Roemahkoe di http://www.roemahkoe.com.


Buanglah sampah pada tempatnya!


Di Indonesia kepedulian membuang sampah pada tempatnya memang masih sangat amat kurang. Walau sudah digembar-gemborkan buanglah sampah pada tempatnya, tetep saja masih buang sampah sembarangan.. Dan anehnya petugas kebersihan yang tugasnya bersih-bersih juga buang sampah sembarangan, nggak malu tuh ama seragamnya..hihi..
Kepedulian membuang sampah pada tempatnya, kalau saya perhatikan nggak berhasil juga karena kurangnya fasilitas tempat sampah baik di tempat pariwisata, kota, taman, dan pokoknya kurang... Tapi menurut saya yang kurang peduli itu ya masyarakat Indonesia sendiri. Seharusnya kalau nggak ada tempat sampah ya buang sampahnya mpe ada tempat sampah, jadi kantongin dulu lah sampahnya. hehehe :)

Ngomong-ngomong masalah buanglah sampah pada tempatnya, di Amerika sana (USA) tuh kalau buang sampah sembarangan bakal kena denda 1000 $, berati hampir setara dengan Rp 10.000.000 (kalau nilai dolar Rp 10.000). Emang aku belum pernah ke Amerika..., yang bilang tuh temenku dari Amerika. Dia memberi tahu aku peraturan itu karena dia ngelihat orang Indonesia dengan tanpa berdosa membuang sampah di jalan. Nah, kalau di Amerika kita melaporkan kejadian itu dan berhasil mendapat foto atau video orang yang buang sampah tuh, kita bakal dikasih 1000$ oleh pemerintah, jadi orang yang membuang sampah sembarang tersebutlah yang sebenarnya membayar kita bukan pemerintah. Dengan begitu orang pasti jadi mikir beribu kali kan kalau mau buang sampah sembarangan. Ide bagus kan? :). Nah seharusnya di Indonesia juga begitu dong...biar orang buang sampah pada tempatnya. Dan dengan adanya peraturan seperti itu, kalau kita punya kamera kan lebih berguna, hehehe...bisa jadi pekerjaan sampingan nieh. Betul ga... lumayan sekali jepret Rp10.000.000, padahal sasaran di Indonesia kan banyak...hehehe... Bisa cepet kaya kan...

Dengan buang sampah pada tempatnya aku yakin Indonesia jadi semakin cantik... indah..enak depanjang...nyaman... pokoe harusnya nggak ada tuh sampah di mana-mana. Masak sampah di sungai bisa sampai diinjak-injak gitu, Ibu kota negara lagi ieh...malu dong....

jeJamuran Jogja

Makanan sehat yang enak rasanya

English version here!
Bagi yang merasa suka sekali makan daging baik ayam dan sapi, tapi kuatir dengan kadar kolesterol ada makanan alternatif yang memilki cita rasa seperti daging yaitu "jamur". Jamur pun bisa dimasak dengan berbagai gaya, dan tiap jenis jamur akan menghasilkan citarasa yang berbeda. Sebuah rumah makan di Jogja dengan nama "je Jamuran" tempatnya di Niron, Pandowoharjo,
Sleman, Jogja
, menyajikan masakan jamur dari berbagai macam jenis jamur dan berbagai olahan yang rasanya memang mak nyuss dengan harga yang relatif terjangkau yaitu sekitar Rp. 5000 - Rp. 10.000 an.
Menunya antara lain sate, omlet/dadar, tongseng, aneka pepes, gudeg, sop dan bahkan rendang jamur sedangkan jenis jamurnya antara lain shitake, merang, kancing dan tiram.
Di jeJamuran ini para tamu selain bisa menyantap berbagai menu jamur juga bisa melihat budidaya jamur karena pemilik jeJamuran melakukan budidaya sendiri jamurnya.

Sebelum kita masuk ketempat budidaya jamur, kita akan melihat sebuah gubug kecil dengan bernagai koleksi jamur yang dibudidayakan ditempat itu, letak gubug kecil ini berada disamping restoran agak belakang, namun bisa kita lihat dari depan. Dari gubug ini kita sudah tahu bahwa setiap jenis jamur akan memliliki perlakuan sendiri dalam hal budidayanya. Ada yang menggunakan media gantung ada juga dengan media tanam dalam pot dan platik.

Kesan saya ketika mengunjungi dan mencicipi menu di jeJamuran (sup,pepes,tongseng,sate dan kripik /jamur goreng tepung, karena aku nggak bawa kamera maaf gambarnya download, hihi sengihnampakgigi)adalah saya ingin kembali menyantap menu-menu yang saya pesan dan mencoba menu-menu yang lainnya. Jogja memang unik and best... cheap, convenient and creative also don't be forget about healty. sengihnampakgigi

Monalisa

Ada yang jelous sama Monalisa



Masterpiece karangan Leonardo da Vinci's yaitu "Monalisa" yang bertengger di Museum Louvre di Paris itu yang katanya sudah berumur 500 tahun mendapat sebuah serangan yang berupa dilempar sebuah mug oleh seorang wanita Rusia. Berita ini saya ambil dari BBC London yang berjudul "Woman throws mug at the Mona Lisa" terus aku baca artikelnya.
Sebenarnya kejadian ini sudah bukan headline news karena kejadian ini terjadi pada tanggal 2 Agustus lalu.
Kata juru bicara museum Lauvre, wanita itu sudah ditangkap.Polisi Paris mengatakan wanita itu juga dibawa ke psikiatris.
Lukisan monalisa yang konon katanya memiliki senyum yang misterius itu ternyata memiliki kisah hidup yang cukup rumit layaknya barang-barng mahal dan berharga lainnya. Lukisan Monalisa ini juga pernah dicuri oleh seorang Italia dari Louvre pada tahun 1991 namun dikembalikan lagi ke Louvre setelah orang Italia telah ditangkap dengan alasan pencurian 2 tahun kemudian.

Lukisan Monalisa juga pernah dianiaya dengan asam (acid) oleh seorang perusak pada tahun 1956 dan pada tahun yang sama seorang dari Bolivia merusaknya lagi dengan melempar batu kearahnya.

Dan sungguh mengenaskan, ditahun ini Monalisa juga mendapat serangan dilempar mug oleh seorang wanita yang mungkin cemburu dengan senyumnya yang misterius itu. Jadi lukisan Monalisa yang katanya telah diteliti oleh University of Amsterdam dan University of Illinois dengan sebuah software yang mampu mendeteksi senyum pada sebuh gambar itu (kok bisa ya?), hasil tes seyum Monalisa adalah mengandung 83% rasa bahagia, 9% jijik, 6% takut, 2% marah, dan kurang dari 1% netral, dengan demikian seyum Monalisa berarti senyum bahagia. namun senyum bahagia Monalisa tidak menyatakan bahwa Monalisa memiliki perjalan hidup yang mulus, buktinya Monalisa pernah dicuri, dirusak dan dilempar mug. Hahaha..ternyata banyak yang jelous pada senyum Monalisa yang misterius itu yah... :)

About me


.....:SUGENG RAWUH:......


Hi, I'm Eksi.

I am a writer in progress — not because I am unfinished, but because I believe growth never ends.

I am driven, directional, and deeply curious about how far a human being can go when she refuses to settle for comfort alone. 

I believe life should be experienced, not merely endured. I am grateful for the ground I stand on, yet I am always looking toward the horizon. I do not want a life defined by routine alone. I want movement, discovery, and creation.

I believe in gratitude — but I do not believe gratitude means shrinking myself.

I come from a place that gives me freedom, and I plan to use it. I want to write stories that travel further than I do, and I want to travel far enough to have stories worth telling.

I write because I think in layers. I observe, question, and reconstruct the world in my own language. I am ambitious — not for noise, but for meaning. Not for status, but for impact.

I do not seek shortcuts through other people’s success. I believe in building my own foundation. I believe in partnership, not dependence. And I believe that a life well-lived is one that keeps moving — across borders, across ideas, across limits.

I value independence, intelligence, and depth — in myself and in others. I believe partnership should amplify who we are, not replace it.

This space is where I document the journey — not just the achievements, but the becoming.

This blog is part of that movement.