Google App

Baru saja dapat surat dari Google dengan isi sebagai berikut:
Salam dari Google, 

Berikut ini beberapa berita penting tentang Google Apps—namun jangan khawatir, Anda tidak perlu melakukan apa-apa. Kami hanya ingin Anda mengetahui bahwa kami melakukan perubahan pada paket yang kami tawarkan. 
Mulai sekarang, kami tidak lagi menerima pendaftaran baru untuk versi gratis Google Apps (versi yang saat ini Anda gunakan). Karena Anda sudah menjadi pelanggan, perubahan ini tidak berpengaruh terhadap layanan Anda, dan Anda dapat terus menggunakan Google Apps secara gratis. 
Jika Anda ingin meningkatkan versi ke Google Apps for Business, Anda akan menikmati manfaat seperti dukungan pelanggan 7 x 24 jam, kotak masuk 25 GB, kontrol bisnis, jaminan waktu operasional 99,9%, pengguna tak terbatas, dan banyak lagi, hanya dengan per pengguna, per bulan. 
Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang perubahan ini di Pusat Bantuan kami atau di Enterprise Blog.
Terima kasih telah menggunakan Google Apps. 
Clay Bavor
Direktur, Google Apps
Apa sih Google App? 
Bagi yang belum tahu apa itu Google App, nah aku coba co-past dari wikipedia pengertian Google App itu apa:

Google Apps merupakan aplikasi dalam jaringan (online) yang memungkinkan aplikasi-aplikasi Google dapat sesuai untuk digunakan pada situs pribadi. Aplikasi yang akan digunakan dapat dipilih sesua kebutuhan (misalnya untuk bisnis atau pendidikan) dengan fitur-fitur seperti Gmail, Docs, atau produk-produk Google lainnya. Aplikasi-aplikasi tersebut dapat membantu operasional situs, meski tetap tersimpan di server Google.
Google juga menyediakan Standar Edition yang sifatnya gratis, dengan layanan surel (email) berkapasitas sama dengan Gmail pada umumnya. Untuk aplikasi berbayar, tersedia Premier Edition dan juga terdapat versi gratis lainnya yaitu Education Edition yang merupakan perpaduan antara Standar Edition dengan Premier Edition.

Yang aku beri tanda biru pada pengertian Google App dari wikipedia itu yang membuatku ingin memiliki email pribadi. Karena rasa tertarik itulah beberapa waktu lalu, mungkin 1 tahun yang lalu aku daftar Google App berasal dari iseng2, kan enak  punya alamat email pribadi misal admin@domain.com dan login dengan url mail.domain.com. Alamat email saya admin@anjieya.com, waktu itu seneng banget soalnya itu gratis alias nggak bayar tapi bisa dapat email dengan url domain sendiri, kaya merasa punya nilai plus gitu. Trus setelah dapat info dari Google kalau udah nggak gratis lagi tapi karena aku sudah menjadi pelanggan dan masih tetep gratis rasanya seneng juga. xixixi. Kalau yang mau nyoba Google App secara gratis sekarang cuma dikasih waktu 30 hari, trial kaya software aja.

Rasanya setelah dapet surat kalau Google App sudah tidak ada paket gratisnya tapi bagi yang sudah menjadi pelanggan gratisan tetep gratis then rasanya "UNTUNG DULU SUDAH DAFTAR GOOGLE APP!". xixixi. Bagi yang mau mencoba Google App silahkan daftar disini --->
https://www.google.com/a/signup/?hl=id&source=gafb-homepage-canvas-id


Page rank turun jadi males ngeblog

Aduh.... PR blog utama turun jadi males ngeblog nih.  Padahal blog yang yang Anjieya yang pakai domain .com itu seakan-akan blog kesayangan tapi nggak tahu kenapa tiba-tiba Google turunin ranknya.

Disaat masih bertanya-tanya kenapa Google nurunin PRku, padahal PR blogku belum tinggi membuatku sedih. Rasa sedih itu nggak cukup yang lebih parah aku jadi males ngeblog, habis PR turun berarti pendapatan pun turun. Kenapa sih PR turun?

Ada beberapa kemungkinang yang masih menjadi misteri (hahaha.... misteri), berikut ini beberapa misterinya. Kira-kira alasannya yang mana yah? 

1. Halaman yang diindex Google turun
Nggak yakin banget kalau ini alasannya tapi aku dah cek di webmaster tool emang bener indexku turun jadi 1/3nya. Rasanya kaya dipotong dengan paksa, langsung meluncur motongnya. Kalau ini emang alasannya kira-kira apa penyebabnya? Aku masih belum tahu soalnya aku merasa nggak membuat konten yang berkonotasi negatif. Ya... kalau ini memang penyebab PRku turun moga-moga PRku langsung naik diupdate Page Rank selanjutnya. Amiin...

2. Jarang update blog
Emang sih... belakangan ini jarang update blog, sedang terlena dengan kemalasan. Tapi nggak yakin juga kalau ini alasannya soalnya blog yang ini nih yang aku pake posting artikel ini nih, jarang banget aku update tapi stabil statisticnya. Malah blog utama masih lumayan sering update daripada yang ini. Jadi kemungkinan bukan ini, kemungkinan terbesar masih pada kemungkinan pertama yaitu index google tiba-tiba turun. 

3. Banyak link keluar tapi link masuk kurang
Apa mungkin ini juga yah? Belakangan emang banyak tawaran post paid, lumayan ada kelebihan buat beli pulsa langganan internet dan HP. Tapi masak itu sih... soalnya aku bikin reviewnya artikel bahkan bisa dikatan artikelnya cukup berkualitas. So kemungkinan besar masih alasan nomor 1.

4. Less blog walking
Masak sih iya kurang blog walking penyebabnya. Emang sih kurang ninggalin jejak di blog lain, tapi nggak deh kalau ini alasannya. Kayaknya masih nomor 1 yang paling kuat.

5. Bounce Rate
Ini nih kalau pembaca blog kamu itu betah lama-lama di blogmu, nangkring dari satu post trus nangkring di post lainnya itu bagus. Yup... aku dah cek hitstat jejak pengunjung blog yang anjieya.com dan ada beberapa pengunjung yang nagkring dari post satu ke post yang lainnya. 

Banyak alasan lain yang memungkinkan tapi yang paling mencurigakan faktor-faktor penyebab PR blogku turun adalah yang dah aku sebutin diatas dan yang paling kuat sebagain penyebabnya yaitu halaman yang diindex Google turun. Ya... moga-moga PRku balik lagi kalau bisa nambah biar pendapatan juga nambah and biar nggak males ngeblog lagi.

Ayamku makan Styrofoam bahaya nggak sih?

Ini mungkin postingan nggak penting banget tapi udah lama banget aku bertanya-tanya bahaya nggak sih kalau ayam makan Styrofoam? Kata orang Styrofoam itu bahaya buat kesehatan tapi ayam-ayamku sudah makan Styrofoam yang ada di dapur nenekku banyak sekali dan mereka sehat-sehat aja tuh... 
Rumah nenekku rumah kampung jaman dulu jadi rumahnya besar trus dapur nenekku dekat sama kandang ayam. Ayam-ayam nenekku dan ayam-ayamku sering nyolong ke dapur dan makan apa aja yang mereka temui, salah satunya tumpukan Styrofoam tempat TV dan kulkas. Karton bungkus TV dah dijual rongsokan ma nenekku sedang Styrofoam kan nggak laku jadi ditumpuk saja di situ.  Tapi herannya justru ayam-ayamku nggak ada yang sakit setelah makan Styrofoam padahal katanya bahanya banyak banget. Ni sedikit uraian tentang bahaya Styrofoam:
Styrofoam jadi berbahaya karena terbuat dari butiran-butiran styrene, yang diproses dengan menggunakan benzana. Padahal benzana termasuk zat yang bisa menimbulkan berbagai penyakit, seperti tyroid, mengganggu sistem syaraf sehingga menyebabkan mudah lelah, mempercepat detak jantung, anemia, badan gemetaran, dan mudah gelisah. Bahkan di beberapa kasus, benzana bisa mengakibatkan hilang kesadaran dan kematian. Saat benzana termakan, dia akan masuk ke sel-sel darah dan lama-kelamaan akan merusak sumsum tulang belakang. Akibatnya produksi sel darah merah berkurang dan timbullah penyakit anemia. Efek lainyya, seperti sistem imun berkurang sehingga mudah terinfeksi. Pada wanita, zat ini berakibat buruk terhadap siklus mentruasi, mengancam kehamilan bahkan menyebabkan kanker payudara dan kanker prostat. Terlebih WHO sudah mengkategorikan Styrofoam sebagai bahan carsinogen (bahan penyebab kanker).
Perpindahan bahan kimia pada Styrofoam (yang digunakan sebagai wadah makanan) akan semakin cepat jika kadar lemak (fat) dalam suatu makanan atau minuman semakin tinggi. Makanan yang mengandung alkohol dan asam (seperti lemon tea) juga dapat mempercepat laju perpindahannya. Semakin panas makanan, semakin cepat pula migrasi bahan kimianya.
Styrofoam juga berdampak buruk pada lingkungan.  Styrofoam tidak bisa diuraikan oleh alam dan akan menumpuk begitu dan mencemari lingkungan. Bila terbawa ke laut dapat merusak ekosistem dan biota laut. Styrofoam hanya bisa didaur ulang, karena itu Styrofoam dikategorikan sebagai penghasil limbah berbahaya ke-5 terbesar di dunia. Bahkan pembuatannya saja menimnulkan bau tak sedap yang mengganggu pernapasan dan melepaskan 57 zat berbahaya ke udara.
Serem juga kan? Tapi ayamku kok nggak sakit or mati, kelihatannya masih sehat-sehat aja. Kalau aku perhatiin pas ayam-ayam tu makan Styrofoam asyik banget kaya makan kerupuk. xixixi. Eh..tadi aku juga coba browsing ada nggak artikel tentang ayam makan Styrofoam, eh ternyata ada dan malah videonya udah ada di Youtube. Nih..check this out:
Trus bahaya nggak sih kalau ayam makan Styrofoam? Katanya sih bahaya, racun dalam dagim ayam yang makan Styrofoam akan pindah ke tubuh kita. Wah serem juga yah... tapi dibalik itu Styrofoam juga bisa jadi lem lo. Almarhum kakekku dulu sering menambal talang air yang bocor pake Styrofoam. Caranya Styrofoam disiram sama bensin nah nanti Styrofoamnya akan meleleh, jadi deh lemnya. Bahaya apa nggak Styrofoam yang dimakan ayam ketubuh kita, sebaiknya kita hati-hati soalnya Styrofoam bukanlan makanan. Habis lihat artikel sana-sini then akhirnya aku memutuskan membakar sisa Styrofoam yang ada di dapur nenekku biar nggak dimakan ayam lagi. Lebih baik mencegah kan dari pada kena dampaknya.

Blogger pemula mau curhat

Aku pilih blogger pemula tapi kalau dilihat dari umur blog yang sudah sejak 2009 sudah nongkrong di dunia perbloggeran harusnya sudah tergolong matang and expert tapi pada kenyataannya masih banyak yang perlu aku pelajari karena memang aku pemula. Mau curhat dikit mengenai mengapa suka ngeblog sebagai ungkapan blogger pemula mau curhat.

Dahulu kala tahu tentang blog itu dari dosen namanya Pak Wisnu, dikasih tugas suruh bikin blog (mata kuliah pengenalan teknik informatika). Well.. menurutku tu pengenalan yang baik karena sebelumnya aku memang nol besaaarrrr kalau masalah dunia komputer dan segala tetek bengeknya. Waktu dikasih tugas berhasil membuat blog kok kayaknya susah banget yah bikin blog masa itu? Apa cuma perasaanku? Kapan sih itu? Itu sekitar tahun 2006 disaat aku baru ngerti internet, aku dulu emang udik sama dunia internet soalnya aku dari SMA kampung and internet tuh nggak semudah aksesnya kayak sekarang. Dahulu kala kalau pengen ngerasaain internet kudu ke warnet kalau sekarang sih HP juga dah pada bisa ngenet. Dan dahulu kala sebenernya waktu SMP juga dah pada ngomongin email dan sebagainya tapi dasarnya aku yang udik+nggak pernah dikasih uang saku ya tetep aja nggak tahu internet. Tapi bahagianya aku soalnya aku masih ngerasaain pake komputer pentium jadul, nggak tau pentium apa ya pokoknya dulu kalau mau mengoperasikan komputer kudu pake disket. hehehe. Kembali lagi ke pak Wisnu, waktu pak Wisnu nyuruh kami buat blog kok nggak diiming-imingi kalau ngeblog bisa menghasilkan duit, coba kalau dikasih tahu mungkin sejak itu sudah aktif ngeblog. Kembali lagi masalah ekonomi, kalau jaman dulu kan internet masih mahal jadi kudu ke warnet 1 jam ngenet di warnet Rp 3000 dapet apa? Nothing! So meskipun diiming-imingi ngeblog bisa hasilin duit tetep aja gigit jari soalnya nggak kuat biaya warnetnya.

Kemudian setelah mengenal internet sedikit jauh soalnya dah biasa chating, tiba-tiba ding sobatku dari seberang samudra dari luar negeri sana nyapa and pamer kalau ngeblog bisa menghasilkan duit. Langsung ngiler-ngiler deh denger ceritanya. Disaat itu ada sedikit keberuntungan karena rumah yang kutempati pasang internet, setapak demi setapak aku belajar ngeblog. Eh...sobatku bilang yang bisa menghasilkan duit tuh blog bahasa Inggris. Yah... buat baru lagi deh... Adiknya ini. Dari sekian tahun berlalu postingan harusnya sudah seabrek-abrek tapi pada kenyataanya masih bisa diitung. Tapi recehan ngglinding ke blog sudah mulai nampak. Lumayan...bisa buat beli pulsa and bantu biaya skripsi. Sedikit-sedikit dan focus dan tetep update katanya kalau mau banyak dollarnya. Tapi aku masih belum bisa focus, masih lebih suka nurutin mood, kalau moodnya dapet buat update blog ya update tapi kalau nggak dapet ya sudah biarkan si blog terbengkalai. Blog ini nih salah satunya blog yeng berkali-kali mendapat judul blog yang terbengkalai. xixixixi. 

Ok bloggerwan and bloggerwati tetep semangat ngeblognya. Recehan tetep ngglinding kok kalau rajin update. Segitu dulu curhat kali ini suatu saat bakal curhat lagi. hihihi.

Breaking Down Part 2

Breaking Down is the 4th and last book of twilight saga, in movie Breaking Down divide into 2 parts. The part 1 of Breaking Down movie is about the wedding, honeymoon and Bella transform (Renesmee born). In the Breaking Down part 2 it must be about Bela enjoying to be new vampire and her new power, Renesmee growing and the battle with Voltaire family. As I remember from the book the battle quite interesting because Edward invite his family's friends to help him. Many kind vampires around the world will come and each of them has supper power like electric power, water binding and others. In this battle amount of werewolf also greater than before because it is like curse when the vampire greater then the werewolf will be greater. 

In part 2 Bella also can control her power, her power is about creating protection like shield. This shield will grow bigger and larger, before its only protect her self then in the battle she already success control it to shield all the group. And Bella also can control about her protection whenever she want. This shield can't protect from physical power but it can protect from power like mind reading, torment which control like telepathy and other (something not physical).

What the battle is? The battle is about Voltaire family afraid that Renesmee is like immortal child vampire which which get infection when still kid. Vampire body is not growing (older) and child is hard to control so it will be a danger for vampire clans so it must be destroyed. Well... I think part 2 is more interesting than other Twilight Saga stories. For who hate Twilight Saga because it is too much romantic or because Edward is too perfect as a man or whatever their reason, part 2 of Breaking Down I think worth to watch.

Here is Breaking Down Part 2 Theatrical Trailer: