Ayamku makan Styrofoam bahaya nggak sih?

Ini mungkin postingan nggak penting banget tapi udah lama banget aku bertanya-tanya bahaya nggak sih kalau ayam makan Styrofoam? Kata orang Styrofoam itu bahaya buat kesehatan tapi ayam-ayamku sudah makan Styrofoam yang ada di dapur nenekku banyak sekali dan mereka sehat-sehat aja tuh... 
Rumah nenekku rumah kampung jaman dulu jadi rumahnya besar trus dapur nenekku dekat sama kandang ayam. Ayam-ayam nenekku dan ayam-ayamku sering nyolong ke dapur dan makan apa aja yang mereka temui, salah satunya tumpukan Styrofoam tempat TV dan kulkas. Karton bungkus TV dah dijual rongsokan ma nenekku sedang Styrofoam kan nggak laku jadi ditumpuk saja di situ.  Tapi herannya justru ayam-ayamku nggak ada yang sakit setelah makan Styrofoam padahal katanya bahanya banyak banget. Ni sedikit uraian tentang bahaya Styrofoam:
Styrofoam jadi berbahaya karena terbuat dari butiran-butiran styrene, yang diproses dengan menggunakan benzana. Padahal benzana termasuk zat yang bisa menimbulkan berbagai penyakit, seperti tyroid, mengganggu sistem syaraf sehingga menyebabkan mudah lelah, mempercepat detak jantung, anemia, badan gemetaran, dan mudah gelisah. Bahkan di beberapa kasus, benzana bisa mengakibatkan hilang kesadaran dan kematian. Saat benzana termakan, dia akan masuk ke sel-sel darah dan lama-kelamaan akan merusak sumsum tulang belakang. Akibatnya produksi sel darah merah berkurang dan timbullah penyakit anemia. Efek lainyya, seperti sistem imun berkurang sehingga mudah terinfeksi. Pada wanita, zat ini berakibat buruk terhadap siklus mentruasi, mengancam kehamilan bahkan menyebabkan kanker payudara dan kanker prostat. Terlebih WHO sudah mengkategorikan Styrofoam sebagai bahan carsinogen (bahan penyebab kanker).
Perpindahan bahan kimia pada Styrofoam (yang digunakan sebagai wadah makanan) akan semakin cepat jika kadar lemak (fat) dalam suatu makanan atau minuman semakin tinggi. Makanan yang mengandung alkohol dan asam (seperti lemon tea) juga dapat mempercepat laju perpindahannya. Semakin panas makanan, semakin cepat pula migrasi bahan kimianya.
Styrofoam juga berdampak buruk pada lingkungan.  Styrofoam tidak bisa diuraikan oleh alam dan akan menumpuk begitu dan mencemari lingkungan. Bila terbawa ke laut dapat merusak ekosistem dan biota laut. Styrofoam hanya bisa didaur ulang, karena itu Styrofoam dikategorikan sebagai penghasil limbah berbahaya ke-5 terbesar di dunia. Bahkan pembuatannya saja menimnulkan bau tak sedap yang mengganggu pernapasan dan melepaskan 57 zat berbahaya ke udara.
Serem juga kan? Tapi ayamku kok nggak sakit or mati, kelihatannya masih sehat-sehat aja. Kalau aku perhatiin pas ayam-ayam tu makan Styrofoam asyik banget kaya makan kerupuk. xixixi. Eh..tadi aku juga coba browsing ada nggak artikel tentang ayam makan Styrofoam, eh ternyata ada dan malah videonya udah ada di Youtube. Nih..check this out:
Trus bahaya nggak sih kalau ayam makan Styrofoam? Katanya sih bahaya, racun dalam dagim ayam yang makan Styrofoam akan pindah ke tubuh kita. Wah serem juga yah... tapi dibalik itu Styrofoam juga bisa jadi lem lo. Almarhum kakekku dulu sering menambal talang air yang bocor pake Styrofoam. Caranya Styrofoam disiram sama bensin nah nanti Styrofoamnya akan meleleh, jadi deh lemnya. Bahaya apa nggak Styrofoam yang dimakan ayam ketubuh kita, sebaiknya kita hati-hati soalnya Styrofoam bukanlan makanan. Habis lihat artikel sana-sini then akhirnya aku memutuskan membakar sisa Styrofoam yang ada di dapur nenekku biar nggak dimakan ayam lagi. Lebih baik mencegah kan dari pada kena dampaknya.

0 comments:

Post a Comment